Selamat datang di website Kodim 0729/Bantul

Info Pendaftaran Untitled Document
BABINSA DESA DONOTIRTO MENGISI WAWASAN KEBANGSAAN DAN BELA NEGARA
Minggu 12 agustus 2018 jam 19.30 wib serka musdiyono babinsa desa donotirto kec kretek mengisi wawasan kebangsaan dan bela negara kepada wsrga masyarakat dusun palangjiwan desa donotirto kec kretek dan mahasiswa kkn upn yogyakarta. Peran Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Dalam Meningkatkan Daya Saing Pemuda Indonesia Pada Persaingan Global PENDAHULUANKita akan memperingati HUT ke 73 Kemerdekaan RI yang akan kita  peringatan hari kemerdekaan, kita diingatkan bahwa kemerdekaan tidak diperoleh dengan mudah, namun melalui perjuangan penuh pengorbanan baik jiwa maupun raga, yang dengan ikhlas dilakukan oleh para pahlawan pendahulu kita. Indonesia adalah bangsa yang memperoleh kemerdekaan melalui perjuangan, bukan pemberian dari bangsa lain. Kita sebagai generasi penerus harus bangga dan meneladani para pahlawan/pendahulu kita yang gagah berani melawan penjajah untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan. 

Para pahlawan dan pendahulu kita telah mempraktekkan melakukan Bela Negara dalam perjuangan fisik dan non fisik (diplomasi) untuk memproklamirkan Indonesia dan mempertahankan kemerdekaan RI.Sebagai salah satu pendiri bangsa, Bung Karno pernah menyampaikan konsep Trisakti dalam pidatonya Tahun 1963, yaitu berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya. Konsep Trisakti menjadi landasan bagi Kabinet Kerja dalam meletakkan dasar pembangunan Indonesia selama lima tahun kedepan (2015-2019), yang tertuang dalam visi pembangunan, yaitu Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.Kita semua sadar bahwa saat ini kita hidup di era globalisasi yang seolah-olah negara tanpa batas (boardless) dengan segala bentuk dinamikanya. 

Globalisasi selain membawa dampak positif juga membawa dampak negatif yang memerlukan penanganan dan antisipasiWAWASAN KEBANGSAAN DAN BELA NEGARAUntuk menghadapi berbagai ancaman dan tantangan globalisasi, diperlukan wawasan kebangsaan dalam memperkuat semangat nasionalisme melalui pendidikan Bela Negara. Beberapa bentuk pendidikan Bela Negara di dalam kampus adalah melalui Resimen Mahasiswa, Pramuka, Pecinta Alam, dll untuk membiasakan diri belajar disiplin, kerjasama, dan tanggung jawab, serta memahami wawasan kebangsaan.Keberadaan suatu bangsa dalam bingkai negara pada dasarnya dilandasi oleh 3 (tiga) hal mendasar yaitu: ”kesadaran”, ”semangat” dan ”tekad” yang kuat dalam memahami wawasan kebangsaan, yaitu:Kesadaran meliputi dua fenomena realitas, yaitu ”kesadaran ruang”(pemahaman terhadap konfigurasi geografis) dan ”kesadaranisi” (kemajemukan dan heterogenitas kita sebagai bangsa).

Semangat, yaitu spirit para founding father dan kita semua untuk mewujudkan fenomena realitas tadi menjadi satu “entity” ….. suatu kesatuan yang utuh seperti diikrarkan melalui Sumpah Pemuda 1928 dan dipertahankan melalui pertempuran 10 November 1945.Tekad, merupakan komitmen kuat untuk mewujudkancita-cita luhur kita yang tertuang dalam proklamasi kemerdekaan serta komitmen terhadap Wawasan Kebangsaan yang berintikan 4 konsensus dasar berbangsa (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika).Ketiga aspek mendasar tersebut terakumulasi dalam pemahaman wawasan kebangsaan yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.Pendidikan kesadaran Bela Negara bertujuan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Bela Negara kepada setiap warga Negara, demi terwujudnya kesadaran Bela Negara yang dapat mendukung sistem pertahanan dan keamanan Negara yang bersifat semesta.

Konstitusi kita secara eksplisit telah mencantumkan tentang Bela Negara yang diatur dalam Pasal 27 ayat (3), Pasal 30 ayat (1) dan Pasal 30 ayat (2) UUD 1945.Upaya Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga Negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara (UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara). Dengan demikian, Bela Negara bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI dan Polri semata, tetapi merupakan tugas segenap WNI, sesuai kemampuan dan profesinya dalam kehidupan.Para atlet Indonesia yang mengikuti Olimpiade di Rio de Janeiro, Brasil, juga dalam rangka Bela Negara. Para guru dan dosen yang bertugas di wilayah perbatasanJumlah  yang hadir dlm acara tersebut dan di lanjutkan pemutaran filem jumlah penonton /warga 240 orang
2018-08-13
Komandan Kodim

 

AKMIL

Secaba PK

Secata PK

PNS

Pendaftaran Online

 

  Link Terkait

 

 

Mabes TNI

Mabes AD

Kodam IV/Dip

Korem 072/Pmk

Kab. Bantul

Polres Bantul