Selamat datang di website Kodim 0729/Bantul

Info Pendaftaran Untitled Document
Danramil Bantul hadiri sarasehan HUT Kabupaten Bantul ke 188 th
Dalam menjaga wilayah binaan dan wilayah perkotaan yg identik dengan giat protokoler kabupaten Bantul,  pada hari Selasa tanggal 9 Juli 2019 pukul 09.30 s/d 12.06  bertempat di Parasamya Pemkab Bantul telah berlangsung kegiatan sarasehan dalam rangka hari jadi Kab. Bantul yang ke 188 dengan tema Gotong Royong Wujud Makarya Mbangun Desa Menuju Bantul yang Sehat Bersih dan Sejahtera yang diselenggarakan oleh Bappeda Bantul.

Hadir :-Letkol Kav. Didi Karsidi, S.Sos., M.I.Pol (Dandim 0729/Bantul)- Mayor Inf Agus Priyadi, SE. (Danramil 01/Bantul)- Kompol Munawar Sam, SH (Kapolsek Bantul)- Sartono (Dinas Kebudayaan Prop. DIY)- Suyitno (Panitikismo)- Didik (Panitikismo)- Beni Suharsono (Paniradiyo Pati)- Isa Budi Hartomo (Bappeda Bantul)- Didik Joko Nugrogo, ANT (Ketua KPU Bantul)- Camat, Lurah, dan ASN linkungan Pemkab Bantul lk 150 orang.

Laporan ketua panitia Isa Budi Hartomo (Bappeda Bantul) ;- Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan laporan penyelenggaraan sarasehan, sebeluklm melaksanakan sarasehan tingkat kabupaten sebelumnya sudah  dilaksanakan sarasehan di tingkat kecamatan- Mendiskusikan untuk melestarikan budaya gotong royong dalam masyarakat khususnya di Kab Bantul- Budaya bersih agar dapat menjadi kebudayaan masyarakat Bantul.- Agar narasumber dari Dinas Kebudayaan Prop. DIY dapat mempertajam materi yang telah disampaikan. 

Penyampaian narasumber :
1. Beni Suharsono (Paniradiyo Pati) :- Dana keistimewaan ini merupakan dana masyarakat, jadi tugas kami merencanakan dan pengelolaan dana untuk disalurkan ke masyarakat- Dana keistimewaan harus bisa berjalan seiring dengan dana reguler di kabupaten sehingga bisa saling mendukung - Pengelolaan dana keistimewaan tidak di bahas di DPRD karena di usulkan oleh pemerintah Daerah dan nanti di masukan di APBD atas usulan pemerintah untuk DPRD berfungsi dalam pengawasan-Dalam pelaksanan kita bersama untuk mengawasi dan berpartisipasi dalam mengawal dana keistimewaan- Kita adakan sinkronisasikan lintas sektor dan ini merupakan aset pemerintah daerah sesuai dengan perpu gubernur DIY barang yang diterima menjadi aset daerah- Sinkronisasi laporan sehingga ada fungsi lembaga pengelolaan Danais sehingga kinerja kita lebih cepat- Danais yang nerupakan dana transfer dari pemerintah pusat ke masyarakat jogja untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketentraman masyarakat ini disalurkan lewat kegiatan gotong royong dengan berbagai program dengan pro rakyat dg standar belanja DIY- Anggaran Danais tahun 2020 sebanyak Rp 2.5 trilyun untuk itu rencanakan untuk mendapatkan Danais tsb.

2. Sartono (Dinas Kebudayaan Prop. DIY) :- Sarasehan hari jadi  Bantul di tahun ini dan yang akan datang kita manfaatkan sebagai ajang semacam serial reguler untuk memfokuskan mendiskusikan dan bagaimana kita merancang program keistimewaan yang langsung mendapat menuju ke masyarakat yang bergotong royong dan sejahtera dengan temagotong royong membangun desa cerdas dan sejahtera- Sarasehan di tingkat kecamatan yang telah dilaksanakan menghasilkan budaya bergotong-royong untuk sekileran untuk mendukung mensejahterakan masyarakat- Gotong royong juga memberi bantuan kepada masyarakat yang masih miskin - Mendukung kebersihan dengan diangkat dari seni budaya masyarakat dengan merti dusun, kharisma itu kita mengetahui bahwa budaya kita budaya bersih untuk membangun sesama kitahasil sarasehan di kabupaten ini mengharapkan kita mendapat tambahan dan wawasan dengan spot dari para sumber- Dinas kebudayaan minta agar mempertahankan rencana kebudayaan di tiap-tiap kecamatan- Setelah sarasehan ini akan kita tindak lanjuti dengan surat resmi dari pemerintah untuk meyakinkan yang kita lakukan.

3. Suyitno (Panitikismo) :- Berkaitan dengan kegiatan ini  yaitu ada nya tanah di DIY berupa tanah unsur keistimewaan sesuai dengan pembentukan DIY yaitu wilayah DIY merupakan tanah kesultanan dan  kabupaten setingkat propinsi yang kemudian statusnya dijadikan daerah istimewa oleh pemerintah pusat.- Tanah kesultanan adalah hasil perang antara pangeran mangkubumi dan Belanda dengan perjanjian Giyanti yang salah satu hasilnya tanah Belanda di serahkan kepada pangeran Mangkubumi secara turun temurun sampai saat ini.-  Statusnya milik adat dan ini tidak ada bukti surat resmi cuma ada bukti pengakuan masyarakat dan pemerintah dengan istilah Siti kagungan ndalem- 

Untuk pemanfaatan tanah ini sebagian telah diberikan kepada non pribumi yaitu bukan lagi milik kraton dan sebagian lagi di luar kota yogyakarta- tanah tanah di wilayah kelurahan di manfaat sebagai hak anggadoh yaitu mengurus mengatur dan mencatat dengan tanah tsb sebagian dimanfaatkan oleh masyarakat dan ini dibuktikan dg leter C. dan ada lagi tanah desa yang digunakan masyarakat sebagai hak menggadoh .

- Tanah keprabon adalah tanah keraton yang dipergunakan untuk khalayak umum contoh alun2 , tanah desa dan sebagainya fungsinya tidak boleh berubah- Dari penjelasan ini agar masyarakat memahami dan mengerti pengelolaan dan pemanfaatan tanah yang statusnya sebenarnya milik keraton untuk dijadikan penggunaannya untuk kepentingan untuk mensejahterakan masyarakat ngayojokarto  - keraton tetap mengawasi jangan sampai tanah kesultanan  itu hilang dan beralih fungsi dan untuk pemanfaatannya harus ijin dulu kepada yang berhak yaitu keraton jogja.
2019-07-09
Komandan Kodim

 

AKMIL

Secaba PK

Secata PK

PNS

Pendaftaran Online

 

  Link Terkait

 

 

Mabes TNI

Mabes AD

Kodam IV/Dip

Korem 072/Pmk

Kab. Bantul

Polres Bantul