Selamat datang di website Kodim 0729/Bantul

Info Pendaftaran Untitled Document
Danramil Bantul hadiri Lokakarya Mini Lintas Sektor Puskesmas Bantul
Bantul, Kepala puskesmas Bantul 1 ibu dr. Suprandari menyampaikan hasil capaian program membangun kesehatan, dalam hal ini meningkatkan derajat kesehatan masyarakat bukanlah tanggung jawab sepenuhnya dilimpahkan kepada instansi kesehatan saja, puskesmas atau rumah sakit, tapi tanggung jawab bersama secara kolektif semua elemen bangsa, baik yang memiliki keterkaitan langsung maupun tidak, karena kesehatan memiliki relasi dan dampak besar pada semua sektor, seperti ekonomi, pendidikan, sosial dan sebagainya, karena semua hal tidak akan berjalan jika pelaku atau lakon (manusia) tidak fit atausehat. Jum'at ( 21/2/2020).

Masalah kesehatan di negeri ini begitu kompleks, baik dari sistem penerapannya maupun dari pola hidup masyarakat itu sendiri, namun memang unsur gaya hidup masyarakat inilah yang sangat serius disoroti, karena akan menjadi percuma jika pemerintah, instansi kesehatan menjalankan sistem dan program kesehatan yang profesional dan bermutu tanpa di imbangi respon dari masyarakat itu sendiri sebagai pelaku dan obyek untuk berprilaku hidup bersih dan sehat, yaitu melalui paradigma sehat. Tegas ibu puskesmas 1Tentu dalam menyikapi dan merespon permasalahan kesehatan harus keterlibatan semua pihak, semua elemen dan unsur terkait untuk bergandengan tangan, memperbaiki sistem dan merubah pola hidup sehat dimasyarakat, sehingga apa yang dicita-citakan bangsa dapat terwujud.

Danramil Bantul menambahkan bahwa lokakarya Mini Lintas sektor puskesmas Bantul 1 adalah salah satu ruang membangun komitmen, menyatukan misi ditingkatan pemanku kepentingan, camat sebagai pemerintah kecamatan, kepala desa sebagai representasi masyarakat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan puskesmas Bantul 1 sebagai instasi kesehatan untuk sama-sama bersinergi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. 

Tegas Danramil Bantul Mayor Inf Agus Priyadi, S.EPada Lokakarya Mini Lintas sektor puskesmas  yang di hadiri oleh bapak camat kecamatan Bantul, pembina puskesmas Bantul 1 dari dinas kesehatan, bapak kepala desa wilayah kerja puskesmas Bantul 1, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, guru SMP, guru SMK Sapala, BPJS cabang Bantul, para kader kesehatan puskesmas bagian dari langkah strategis dalam membangun kesepahaman bersama untuk menyikapi permasalahan kesehatan.Lokakarya mini lintas puskesmas Bantul 1 awal tahun ini sebagai forum untuk mengevaluasi program puskesmas Bantul 1 tahun 2020, permasalahan atau kendala yang dihadapi, capaian program yang mengacu pada standar dinas kesehatan Bantul dan rencana program tahun 2020, dan hal ini di sampaikan secara gamblang oleh dr. Suprandari selaku kepala puskesmas Bantul 1 dihadapan lintas sektor.

Dari laporan tahunan, yang dijabarkan oleh kepala puskesmas Bantul dalam bentuk slide power point, ada beberapa program yang tidak mencapai target, salah satunya capaian ASI Eksklusif di bawah standar dengan 4,26 % dari target 40 %, selain itu dari 10 (sepuluh) penyakit yang paling banyak diderita berdasarkan  data kunjungan atau berobat masyarakat Bantul, hipertensi yang mendapat ranking 1 (satu) dengan 92 penderita, yang ke 2 (dua) ISPA dengan 70 penderita selama tahun 2019.

Dan penyebabnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang apa itu ASI eksklusif, bagaimana menerapkan pola hidup bersih dan sehat, selain itu,  kepala puskesmas Bantul 1 tak sekedar menjelaskan faktor penghambat atau kendala, namun menjabarkan langkah-langkah atau tindak lanjut puskesmas Bantul 1 di tahun 2019 dalam merespon permasalahan kesehatan dimasyarakat, terutama program-program yang belum mencapai target, diantaranya meningkatkan penyuluhan dan edukasi, bersinergi dengan pemerintah desa untuk memaksimalkan anggaran dana desa 10 % untuk bidang kesehatan dan lainnya. Ujar ibu puskesmas 1.
2020-02-21
Komandan Kodim

 

AKMIL

Secaba PK

Secata PK

PNS

Pendaftaran Online

 

  Link Terkait

 

 

Mabes TNI

Mabes AD

Kodam IV/Dip

Korem 072/Pmk

Kab. Bantul

Polres Bantul